AGENBOLA855.COM AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA DATAR SEKARANG.


SELAMAT DATANG DI WEB AGENBOLA855

Agenbola855 - kami hadir sebagai Agen Taruhan Bola, Agen Judi Bola, SBOBET Casino Online dan kami juga menyediakan Prediksi Skor dan Berita Bola yang mengikuti perkembangan terbaru dari klub-klub kesanyangan anda. dalam memberikan pelayanan yang maksimal kami sudah sangat berpengalaman dalam menyediakan jasa pembuatan akun Judi Online dari games Tangkas, Casino Online, SBOBET, IBCBET, 338A, TOGEL dan POKER ONLINE dan kami juga sudah terferifikasi dan terpercaya.

Apa Keunggulan Memilih AgenBola855?


icon02 Mengapa Memilih Agenbola855?

Layanan Konsumen Terbaik

Komitmen kami adalah memberikan kenyamanan bagi member dalam bermain maupun bertransaksi. Kami siap sedia setiap saat untuk melayani anda melalui telephone, SMS, BBM, email maupun messanger.

icon01 Mengapa Memilih Agenbola855?

Jenis Permainan Beragam

Kami memiliki pilihan produk permainan yang sangat lengkap dan menarik yang telah didukung oleh teknologi canggih serta ditangani oleh para staff-staff profesional. Semua permainan berlisensi dan tidak ada manipulasi.

icon03 Mengapa Memilih Agenbola855?

Jaminan Keamanan Deposit

Kami menjamin 100% aman untuk deposit karena anda adalah aset yang paling berharga. Anda dapat melakukan deposit dan withdrawal dalam waktu yang sangat cepat.

icon04 Mengapa Memilih Agenbola855?

Bonus Melimpah

Anda akan mendapatkan berbagai bonus sejak pertama kali mendaftar dan akan terus berulang selama mengikuti permainan. Kepuasan anda adalah prioritas kami.

* Agenbola855 hanya bertindak sebagai jasa perantara, bukan situs penyelenggara perjudian ( Perjudian ).

Quo Vadis Sepakbola Indah!

Written by admin on . Posted in Berita Liga

reutersROMAN Abramovich mengangkat trofi Liga Champions yang direbut Chelsea.

SURABAYA – Sepakbola indah di bibir jurang! Itulah yang patut disematkan pada cabang olahraga yang paling digemari di dunia ini. Betapa tidak, masuknya sejumlah konglomerat ke klub-klub di daratan Eropa telah mengubah gaya permainan di atas lapangan hijau. Sepakbola indah telah dikalahkan oleh ambisi pemilik modal. Apapun dilakukan demi meraih gelar.

Tak salah bila legenda hidup sepakbola Belanda, Johan Cruyff, mengkritik keras pendekatan ultra-defensive  sejumlah klub dalam memainkan si kulit bundar demi meraih kemenangan. Cruyff  mengambil contoh bagaimana Chelsea memenangi partai puncak Liga Champions 2011/12 Minggu (20/5) dinihari lalu.

Dengan dominasi permainan secara nyata dipegang Bayern Muenchen, The Blues asuhan Roberto Di Matteo justru sukses keluar sebagai kampiun. Menurut Cruyff, kemenangan yang diraih dengan cara seperti itu tak disukai semua pihak kecuali para True Blue-ers alias suporter Chelsea sendiri.

“Cuma fans Chelsea yang akan senang dengan ini,” ucap mantan pemain Ajax Amsterdam dan Barcelona itu kepada De Telegraaf, Selasa (22/5). “Sedangkan sisanya, tak seorang pun yang bisa senang dengan hasil akhir final Liga Champions tersebut.”

 “Hal yang menganggu saya terutama adalah sebuah tim sepakbola yang dapat melupakan segalanya, tapi tetap menang,” tegas Cruyff.

Gaya permaianan The Blues seperti itu sudah dipertontonkan sejak semifinal Liga Champions. Lihat bagaimana permainan klub milik taipan Rusia Roman Abramovic saat itu. Dalam permainan mereka nyaris tak berkutik dengan penguasaan bola hanya sekitar 30%. Namun akhirnya Chelsea berhasil menundukkan raksasa Spanyol Barcelona dengan agregat 3-2, 1-0 di leg pertama dan 2-2 di leg kedua.

Armada asuhan Roberto Di Matteo itu dianggap memainkan sepakbola negatif. Bahkan Johann Cruyff juga menyebutkan bahwa kekalahan Bayern Muenchen, merupakan kekalahan sepakbola indah .

Beragam media Jerman mengolok-olok kesuksesan The Blues, Die Zeit, media yang berbasis di Hamburg, dengan diwakili editor olahraga, Christian Spiller adalah yang paling geram dan menyebut permainan Chelsea sebagai lelucon yang tak lucu sama sekali.

“Masalah dari kemenangan Chelsea bukan dari kenyataan bahwa mereka menang, tapi yang lebih penting lagi yakni dari cara mereka memenangkannya. Keberhasilan mereka sangat tidak layak,” ketus Spiller, seperti disadur The Telegraph, Selasa (22/5).

Spiller bahkan mengatakan, dengan kejam Chelsea telah menggugurkan spirit sepakbola dengan bermain negative football. Namun bagi Roman Abramovic, hal itu tidak perlu digubris, yang penting trofi yang diidam-idamkan sejak lama akhirnya berada di tangan.

Memang mimpi Abramovich akhirnya tergapai di Allianz Arena. Ia menyaksikan timnya, Chelsea, merengkuh trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah. Penantian pengusaha 45 tahun tersebut akhirnya berbuah manis. Ini menjadi kemenangan pertama Chelsea di Liga Champions sejak klub itu didirikan 107 tahun lalu. “Ini berarti segalanya bagi kami. Dan tanpa Roman Abramovich, kami tidak akan mungkin berada di sini,” kata Frank Lampard, gelandang Chelsea.

Abramovich punya mimpi besar menjadikan Chelsea sebagai klub nomor wahid di daratan Eropa. Maka dia rela merogoh kocek besar-besaran. Auditor internasional Deloitte, misalnya, mencatat, taipan Rusia itu menggelontorkan dana tak kurang dari Rp 14,6 triliun sejak ia membeli Chelsea pada 2003. Semua itu demi memboyong piala Liga Champions, lambang supremasi klub sepak bola Eropa, ke Stamford Bridge.

Abramovich memang belum berkomentar tentang keberhasilan klubnya. Namun pengusaha–yang dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai orang terkaya ke-68 di dunia pada 2012 dengan total kekayaan mencapai 12,1 miliar dollar AS (Rp 100 triliun) itu telah menyiapkan bonus sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 148 miliar untuk dibagikan kepada manajer dan para pemain.

Manajer Chelsea, Roberto Di Matteo, dikabarkan akan mengantongi bonus sebesar 750 ribu pound sterling atau sekitar Rp 11 miliar. Sedangkan para pemain masing-masing menerima bonus 350 ribu pound sterling atau sekitar Rp 5,1 miliar.

Hal yang serupa juga dipraktekkan oleh Manchester City yang kini dikuasai ‘Juragan Arab’ Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Sejak diambil alih pada 2008 silam, City kurang lebih telah mengeluarkan uang sebesar 400 juta poundsterling (Rp 6 triliun). Uang sebanyak itu dikeluarkan untuk membawa pemain-pemain bintang demi menopang ambisi City meraih gelar juara. Sejauh ini baru Piala FA dan gelar juara Liga Primer Inggris yang bisa diraih.

Roberto Mancini, pelatih The Citizens, sudah mencanangkan target berikutnya adalah trofi Liga Champions. Pelatih asal Italaia itu mengaku masih belum puas terhadap skuad yang dimilikinya saat ini. Oleh karena itu musim depan ia bakal memboyong pemain-pemain top lainnya ke Etihad Stadium.

 “Mungkin kami akan membeli beberapa pemain yang bagus, kami harus menguatkan skuad,” kata Mancini kepada Sky News Arabia. “Sebagai sebuah tim kami perlu meningkat di kompetisi ini. Jika Anda memiliki tim yang baik, jika kita bekerja keras seperti yang kami lakukan dalam dua tahun terakhir, saya pikir kita bisa melakukan semuanya.”

Ini menjadi pertanda bahwa The Citizens bakal kembali membelanjakan uangnya untuk membeli pemain-pemain bintang. Pemain dari Lille, Eden Hazard ditengarai jadi salah satu buruan yang membuat City bakal merogoh koceknya dalam-dalam.

Bukan hanya itu, Zlatan Ibrahimovic pun diincar. Bahkan Mancini sudah mengunjungi markas AC Milan di Via Turati, Senin (21/5) kemarin untuk bertemu dengan Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani. Mancini menghabiskan waktu bersama tangan kanan Silvio Berlusconi itu kurang lebih selama 30 menit.

Semua fakta di atas menunjukkan bahwa tak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola saat. Klub-klub yang semula dianggap remeh, namun dengan guyuran dana yang melimpah mampu menaklukkan klub jemawa yang masih berkuitat dengan permainan Sepakbola indah seperti Barcelona dan Bayern Muenchen. RIP Sepakbola Indah!ins

 

Quo Vadis Sepakbola Indah!
Reviewed by admin on
Rating: 5

Tags: ,

Trackback from your site.