• D8C4FC52
  • D891B6D1
  • Agenbola855

AGENBOLA855.COM AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA DATAR SEKARANG.


SELAMAT DATANG DI WEB AGENBOLA855

Agenbola855 - kami hadir sebagai Agen Taruhan Bola, Agen Judi Bola, SBOBET Casino Online dan kami juga menyediakan Prediksi Skor dan Berita Bola yang mengikuti perkembangan terbaru dari klub-klub kesanyangan anda. dalam memberikan pelayanan yang maksimal kami sudah sangat berpengalaman dalam menyediakan jasa pembuatan akun Judi Online dari games Tangkas, Casino Online, SBOBET, IBCBET, 338A, TOGEL dan POKER ONLINE dan kami juga sudah terferifikasi dan terpercaya.

Apa Keunggulan Memilih AgenBola855?


icon02 Mengapa Memilih Agenbola855?

Layanan Konsumen Terbaik

Komitmen kami adalah memberikan kenyamanan bagi member dalam bermain maupun bertransaksi. Kami siap sedia setiap saat untuk melayani anda melalui telephone, SMS, BBM, email maupun messanger.

icon01 Mengapa Memilih Agenbola855?

Jenis Permainan Beragam

Kami memiliki pilihan produk permainan yang sangat lengkap dan menarik yang telah didukung oleh teknologi canggih serta ditangani oleh para staff-staff profesional. Semua permainan berlisensi dan tidak ada manipulasi.

icon03 Mengapa Memilih Agenbola855?

Jaminan Keamanan Deposit

Kami menjamin 100% aman untuk deposit karena anda adalah aset yang paling berharga. Anda dapat melakukan deposit dan withdrawal dalam waktu yang sangat cepat.

icon04 Mengapa Memilih Agenbola855?

Bonus Melimpah

Anda akan mendapatkan berbagai bonus sejak pertama kali mendaftar dan akan terus berulang selama mengikuti permainan. Kepuasan anda adalah prioritas kami.

* Agenbola855 hanya bertindak sebagai jasa perantara, bukan situs penyelenggara perjudian ( Perjudian ).

Antiteori Kepalsuan Nomor 9 yang Meragukan

Written by admin on . Posted in Berita Liga

MENGEJUTKAN, aneh, sulit dimengerti. Begitu komentar banyak pihak ketika Spanyol menurunkan skuadnya untuk menghadapi Italia pada laga pertama Grup C, Minggu (10/6/2012).

Betapa tidak. Pelatih Vicente Del Bosque melakukan antiteori yang memang aneh, yakni tak memakai striker. Taktik seperti ini biasanya dilakukan tim yang memang sedang kekurangan striker karena cedera atau hukuman. Namun, sang juara bertahan itu sebenarnya memiliki Fernando Torres dan Fernando Llorente yang dalam kondisi bugar.

Ia malah menurunkan enam gelandang dalam formasi 4-3-3 semu. Posisi striker pun ditempati Cesc Fabregas yang notabene berposisi sebagai gelandang bertahan. Strategi yang kemudian disebut menempatkan pemain nomor 9 palsu. Sebab, nomor 9 yang sebenarnya (Torres) justru dicadangkan. Di lapangan, Fabregas didampingi Andres Iniesta dan David Silva.

“Saya memilih mendominasi lini tengah, menguasai bola dan berusaha dari sana. Dalam banyak kesempatan, Silva, Cesc, dan Iniesta bermain bagus di antara dua lini. Italia tak hanya bertahan dan itu kami ketahui sejak awal. Saya tahu bahwa Italia akan menekan dan ingin segera unggul,” kata Vicente Del Bosque memberi alasan.

Hasilnya, Spanyol memang menguasai permainan. Menurut catatan UEFA, Spanyol memiliki 57 persen penguasaan bola.

Namun, efektivitas permainan Spanyol tak terlalu kentara. Memang, Spanyol melakukan 18 kali percobaan mencetak gol, tapi hanya 9 yang tepat sasaran. Sedangkan Italia melakukan 10 kali percobaan dan enam di antaranya tepat sasaran. Meski begitu, toh hasil akhir pertandingan tetap 1-1.

Peluang kedua tim untuk menang sebenarnya bisa dikatakan sama. Bahkan, mungkin peluang menang buat Italia lebih besar, karena unggul lebih dulu.

Dengan menguasai lini tengah, Del Bosque memang berharap kesempatan mengarah ke gawang akan lebih banyak. Sehingga, kemungkinan mencetak gol lebih besar. Di sisi lain, mereka juga bisa meladeni permainan defensif Italia yang biasanya sangat disiplin.

Faktanya, taktik Del Bosque itu tak berjalan dengan memuaskan, bahkan sangat rawan. Terbukti, Italia bisa beberapa kali merepotkan dan tekanan Spanyol pun tak terlalu tajam.

Tanpa striker, irama permainan jelas terpengaruh. Bagaimanapun, karakter pemain sulit diubah dengan cepat. Naluri gelandang memang lebih banyak “berpikir” dan mengolah daripada menjadi penyelesai, meski akhirnya Fabregas mencetak gol penyama kedudukan.

Bedanya sangat terasa saat striker Fernando Torres diturunkan pada menit ke-74. Dengan cepat, permainan Spanyol lebih tajam dan banyak melahirkan peluang bagus.

Namun, Del Bosque punya apologi. Menurutnya, “Masuknya Torres memang membuat permainan terbuka dan kami mendapat banyak peluang, tapi lawan juga demikian.”

Kritikan lain yang muncul, Del Bosque terkesan ingin membawa timnya bermain seperti Barcelona. Mendominasi dalam penguasaan bola, bergerak cepat, dan mengakhiri serangan dengan kreatif.

Namun, Del Bosque tampaknya lupa, ia tak memiliki Lionel Messi. Pemain Argentina menjadi faktor penting dalam permainan Barcelona yang menawan dan tajam. Dia tak hanya pandai mengatur permainan, merusak pertahanan lawan, tapi juga penyelesai yang tajam. Sementara di timnas Spanyol tak ada pemain seperti dia, meski sebagian pemain Barcelona.

Ditambah lagi, gaya permainan Barcelona sudah mulai mudah dikenali dan dicari kelemahannya. Musim ini, Barcelona tidak seampuh musim sebelumnya. Mereka gagal di dua kompetisi utama, Liga BBVA dan Liga Champions. Bahkan, melawan Chelsea yang sedang bermasalah saja di babak semifinal Liga Champions, Barca tak berdaya. Lagi pula, sebelumnya juga banyak yang sudah menduga bahwa Spanyol akan bermain ala Barcelona.

Mungkin, Del Bosque akan membuat kejutan yang harapannya membuat Italia bingung kemudian kesulitan. Namun, ternyata justru sebaliknya. Strategi Spanyol kurang berjalan seperti harapan dan bahkan nyaris kalah.

Wajar banyak kritikan muncul, termasuk dari Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu mengatakan,
“Tidak baik menahan umpan di antara Xavi, Iniesta, dan Fabregas dengan tidak menciptakan ancaman berbahaya ke gawang Buffon. Memang ada usaha besar dari gelandang Spanyol, tetapi tanpa striker, tim itu justru akan kesulitan mencetak gol.”

Del Bosque mengakui kekurangan dan kesalahan strateginya? Ternyata tidak. Dia malah menilai strateginya sudah berjalan dengan baik dan bisa saja berguna di pertandingan-pertandingan berikutnya, meski dia tak menyebutkan akan mempertahankan taktiknya itu. “Biarlah waktu yang akan membuktikan,” katanya.

Akankah Del Bosque kembali melakukan kepalsuan nomor 9 yang ternyata masih meragukan? Hanya dia yang tahu dan punya hak untuk memutuskannya. Namun, begitu strateginya kurang manjur dan dianggap aneh, rasanya tak bijaksana mempertahankan proyek coba-coba ini, apalagi di turnamen yang ketat dan singkat dan setiap pertandingan bisa sangat menentukan.

 

Antiteori Kepalsuan Nomor 9 yang Meragukan
Reviewed by admin on
Rating: 5

Tags: ,

Trackback from your site.